Pemerintah Fokus Terhadap Perkembangan Internet di Indonesia

Pemerintah Fokus Terhadap Perkembangan Internet di Indonesia

Kebutuhan untuk berkomunikasi dengan lebih cepat menjadi salah satu hal yang utama pada saat ini. Oleh karena itu, inovasi teknologi harus senantiasa dilakukan dalam mengikuti perkembangan zaman. Teknologi kabel tembaga telah menjadi tumpuan industri teknologi informasi dalam beberapa tahun yang lalu. Namun, kabel tembaga dirasakan belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sebuah saluran transmisi yang bisa meningkatkan kemampuan mengirimkan informasi dengan kapasitas yang lebih besar serta cepat. Saat ini, sarana transmisi berbasis fber optic yang memiliki kecepatan tinggi digadang-gadang untuk menggantikan teknologi sebelumnya. Pemerintah memahami kebutuhan masyarakat akan teknologi informasi terkini, menggagas sebuah proyek infrastruktur telekomunikasi untuk membangun jaringan fber optic nasional yang akan menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Pembangunan jaringan meliputi tiga paket sesuai dengan wilayah yaitu Barat, Tengah dan Timur. Pengembangan jaringan ini terbagi menjadi dua kawasan darat dan laut. Palapa Ring Barat telah resmi dimulai pembangunannya dengan diresmikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pada tanggal 6 Agustus 2017.

Paket ini diharapkan akan selesai pada akhir 2017. Sedangkan untuk wilayah Tengah dan Timur, ditargetkan selesai pada tahun 2019. Palapa Ring diharapkan mampu untuk menjadi tulang punggung jaringan broadband secara nasional. Sehingga terjadi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah tanah air, termasuk di wilayah terpencil Indonesia. Pemerinta ingin memiliki satelit sendiri kelak, setidaknya pada 2017. Keinginan tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Tapi, satelit ini berbeda dengan satelit yang dimiliki oleh operator telekomunikasi. Satelit tersebut dikhususkan untuk internet. Nantinya, satelit yang masuk dalam kategori High Throughput Satellite (HTS) tidak bersifat komersial, hanya untuk kebutuhan pemerintah. “Kita akan punya satelit sendiri. Nanti dipakai pemerintah untuk kepentingan pemerintah juga,” kata Rudiantara dalam beberapa kesempatan. Rencananya, skema untuk satelit internet ini sama dengan Palapa Ring, yakni kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Karena khusus internet, pendanaan satelit ini berbeda dari kebanyakan , terutama karena dari sisi teknologinya. “Satelit HTS lebih mahal dari satelit komunikasi, karena khusus untuk internet. Jika satelit komunikasi kira-kira membutuhkan dana US$ 300 juta, maka satelit HTS sekitar US$ 400-500 juta.Yang ada saat ini seperti milik Telkom dan PSN, fungsinya untuk telekomunikasi,” ujar menteri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *