Software Cipataan Google yang Pernah Gagal

Google adalah raksasa software yang selalu memberi tahu software-software baru setiap tahunnya. Tak sedikit dari temuan Google yang menolong manusia dalam aktivitasnya.

Software Cipataan Google yang Pernah Gagal

Namun pada kenyataannya, tak segala temuan itu berhasil. Ada sebagian software yang pernah dijanjikan akan hadir namun gagal diciptakan. Ada juga yang benar-benar hadir namun tak cocok keinginan.

Nah, berikut ini adalah sebagian software yang pernah dijanjikan oleh Google namun dianggap gagal dan tak cocok ekspektasi.

Google Allo
Masih ingat Allo? Aplikasi chatting ini diberi tahu pada Google I/O 2016 dan boleh dibilang cukup menghebohkan. Pasalnya Google dikala itu menjanjikan fitur-fitur yang menarik pada aplikasi ini dan pun digadang-gadang menjadi layaknya iMessage dari Android.

Google memang telah merilis aplikasi ini. Namun setelah diluncurkan, Allo rupanya mengundang banyak kritikan. Aplikasi ini tak cocok keinginan dan tak seperti yang dijanjikan Google di awal.

Pun Allo tak membawa fitur-fitur yang dianggap penting, seperti dukungan SMS.

Google pun baru-baru ini mempertimbangkan untuk menunda proyek Allo hal yang demikian dan mengaku lebih konsentrasi pada pengembangan aplikasi messaging baru.

AI yang bisa menghapus objek foto
Pada 2017 lalu, dalam perhelatan tahunan I/O, Google memberi tahu sebuah kecerdasan buatan yang bisa secara ajaib menghapus sebuah objek dalam foto.

Saat itu perusahaan yang bermarkas di Mountain View, AS ini memamerkan sebuah foto seorang buah hati bermain bisbol yang terhalang oleh sebuah pagar. Software kecerdasan buatan alias AI hal yang demikian kemudian bisa menghapus objek pagar yang ada di latar depan si buah hati.

Namun sampai dikala ini, fitur ini belum dirilis oleh Google dan tak jelas perkembangannya.

Doze dianggap sebagai fitur penghemat baterai yang gagal. Pun tahun ini, Google sepertinya bakal menarik fitur hal yang demikian dan menggantinya dengan mode Adaptive Battery yang diklaim bakal lebih efisien.

Google Now on Tap
Sama seperti Doze, Google Now on Tap juga pertama kali hadir pada Android M yang diberi tahu 2015 lalu. Fitur ini kapabel memindai layar hand phone pengguna kemudian menunjukkan isu terkait apa yang tengah ditampilkan oleh layar hal yang demikian.

Fitur ini sempat digadang-gadang bakal mempermudah pengguna dalam mencari isu. Namun pada kenyataannya, Google Now on Tap dianggap tak seperti itu berkhasiat.

Sejumlah pengguna lebih memilih mencari isu secara manual melewati mesin pencari Google ketimbang mengaplikasikan fitur ini.

Doze
Doze adalah sebuah fitur penghemat baterai yang hadir pertama kali pada Android M. Fitur ini diberi tahu pada perhelatan Google I/O 2015 lalu.

Doze boleh dibilang sebuah mode yang berkhasiat untuk memperkecil konsumsi energi baterai dikala hand phone dalam keadaan standby. Namun, fitur ini juga mengundang banyak kritikan di dunia maya.

Pasalnya, pengguna merasa tak ada perubahan sama sekali bagus dikala mode hal yang demikian diaktifkan ataupun dimatikan. Baterai tetap terkuras padahal hand phone dalam keadaan standby.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *