Yuk kenali Jenis – Jenis Septic Tank

Yuk kenali Jenis – Jenis Septic Tank

Penggunaan Septic Tank sebagai tangki untuk mengolah limbah menjadi sangat penting agar tidak menjadi polutan yang mencemari kesehatan maupun merusak nilai estetika lingkungan sekitar. Bahkan dalam pembangunannya sudah ada peraturan yang mengatur sehingga masyarakat tidak asal dalam mendirikan bangunan maupun membangun Septic Tank. Selain konstruksi Septic Tank yang perlu diperhatikan lainnya adalah kondisi tanah dan kondisi sekitar tanah (seperti sumur atau sumber air bersih).

Dewasa ini kita semakin dimudahkan dalam memilih tangki penampung limbah manusia tersebut, karena semakin berkembangnya jaman, jenis-jenis pilihan Septic Tank  semakin bervariasi dengan fungsi utama yang sama namun memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Bagi anda yang belum mengetahui banyaknya variasi dari Septic Tank tersebut maka artikel ini akan membantu anda menambah wawasan anda. Berikut jenis-jenis dan keunggulan Septic Tank:

  • Septic Tank Konvensional

Tangki Septic ini adalah hal yang paling umum digunakan masyarakat Indonesia dengan sistem pengolahan limbah manusia yang dibantu oleh mikroorganisme (bakteri) maupun cacing tanah dan juga daya resapan tanah. Dalam pembangunannya Septic Tank ini membutuhkan lahan yang cukup luas, serta karena hanya mengandalkan mikroorganisme, maka proses penguraiannya memakan waktu yang cukup lama. Kapasitasnya yang terbatas sehingga jika sudah penuh perlu dilakukan pengurasan/sedot Septic Tank. maka dari itu Septic Tank ini sudah ditinggalkan dengan model yang baru.

  • Septic Tank Biofil

Dengan mengadopsi teknologi modern  untuk mengolah limbah dengan pengurai utama mikroorganisme (bakteri). Namun keunggulan penggunaan Septic Tank biofil ini adalah karena ada tingkatan untuk pengolahan limbah manusia tersebut, sehingga pada hasil akhirnya limbah manusia yang sudah diolah tersebut dapat dimanfaatkan kembali dengan dialirkan ke saluran air umum. Tingkatan pengolahan limbahnya adalah: pertama kotoran manusia yang berasal dari WC (Water Closet) masuk ke dalam Septic Tank, kemudian limbah yang masuk akan melewati proses penyaringan sehingga ukurannya lebih kecil, tahap selanjutnya limbah tersebut akan masuk ke tempat penguraian yang berisi jutaan bakteri pengurai, lalu diolah dan diuraikan oleh bakteri tersebut hingga menjadi berbentuk cair, lalu masuk ke saluran disinfektan, hingga akhirnya bisa kembali disalurkan di saluran pembuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *